Start Up atau Korporasi?
Tips
  • 24 Oktober 2020
    Oleh : admin

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: image

    Filename: content/tips.php

    Line Number: 58

    Backtrace:

    File: /home/stiestek/cdc.stekom.ac.id/application/views/front/content/tips.php
    Line: 58
    Function: _error_handler

    File: /home/stiestek/cdc.stekom.ac.id/application/core/MY_Controller.php
    Line: 29
    Function: view

    File: /home/stiestek/cdc.stekom.ac.id/application/controllers/Tips.php
    Line: 30
    Function: render_page

    File: /home/stiestek/cdc.stekom.ac.id/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

    Era milenial identik dengan kreativitas dan inovasi yang terus berkembang. Perusahaan-perusaahaan rintisan kaum muda berbasis digital, teknologi, dan aplikasi menjadi tren baru beberapa tahun terakhir yang dikenal sebagai perusahaan start-up. Lulusan-lulusan universitas tidak lagi hanya mencari perusahaan korporasi atau multinasional sebagai tempat untuk bekerja namun sudah melirik perusahaan start-up. Banyak perusahaan start-up yang sudah menunjukkan eksistensinya dan menarik banyak kaula muda untuk bergabung dan mengembangkan perusahaan tersebut. Namun, tidak semua perusahaan rintisan dapat bertahan di era kemajuan zaman yang terus berubah ini. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan bekerja di startup.

    1. Fleksibilitas

    Bekerja di perusahaan start-up tidak menuntut Anda untuk berpakaian seragam. Sehingga Anda dapat bekerja menggunakan pakaian yang nyaman dipakai sehari-hari yang tentunya masih bernuansa semi formal. Beberapa perusahaan start-up ada yang memberlakukan sistem remote sehingga waktu dan tempat untuk bekerja bisa di mana saja dan kapan saja. Namun, dikarenakan perusahaan start-up terafiliasi dengan perusahaan lain, kewajiban untuk hadir di kantor tetap menjadi prioritas. Peraturan bagi karyawan pun tidak kaku seperti perusaaan konvensional sehingga karyawan tidak merasa tertekan dan terlalu kaku dalam bekerja.

    1. Peluang Berkembang Lebih Besar

    Perusahaan start-up menuntut karyawannya untuk terus mengembangkan ide dan kreativitas. Keberhasilan perusahaan start-up akan terlihat dari inovasi-inovasi yang dihadirkan perusahaan tersebut sehingga para karyawan yang merancang ide dan kreativitas tersebut akan memiliki skill yang variatif. Oleh karena itu, perusahaan rintisan ini sangat cocok untuk fresh graduate yang ingin mengasah kemampuannya. Selain itu, sebagian besar karyawan perusahaan start-up adalah kaum muda sehingga mudah untuk beradaptasi dan berdiskusi mengenai pengembangan perusahaan.

    1. Alur Perusahan yang Berubah

    Sebagai perusahaan yang baru dirintis dan beroperasi, perusahaan start-up rentan mengalami perubahan arah atau tujuan Hal tersebut bisa dipengaruhi banyak hal, salah satunya belum menemukan pasaran bisnis yang sesuai dan target yang sedikit. Bagi Anda yang menyukai tantangan, situasi ini dapat semakin megasah kemampuan Anda dalam menyelesaikan masalah. Namun, karena kondisi ini sering terjadi, tidak sedikit karyawan perusahaan start-up mudah bosan dalam berinovasi.

    1. Gaji dan Fasilitas

    Bagi perusahaan start-up yang baru mulai, gaji dan fasilitas kantor masih bergantung pada berhasil atau tidaknya suatu project. Stabilitas keuangan dari perusahaan start-up akan bergantung pada keberhasilan pasar dan target. Semakin besar target yang tercapai, maka semakin besar pula bonus yang akan diterima. Berbeda dengan perusahaan korporasi yang sudah memiliki pondasi kuat termasuk lini keuangan. Bonus yang diterima pun biasanya sudah disiapkan oleh perusahaan korporasi bahkan hingga jaminan pensiun.

    Perusahaan start-up masih menjadi pilihan utama bagi fresh graduate untuk memulai jenjang karier dan memperkaya pengalaman dalam dunia kerja masa kini. Baik start-up dengan berbagai pengembangan kreativitas maupun perusahaan konvensional dengan struktur yang sudah terbentuk, merupakan awal yang baik untuk mengembangkan kemampuan diri.